Bawaslu Halsel MoU dengan UNSAN Bacan, Perkuat Literasi Demokrasi

Editor: Narasika.id author photo


Halsel, Narasika.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Nurul Hasan Bacan (UNSAN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Rabu (04/03/2026).

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di daerah, sekaligus membangun ekosistem demokrasi yang bersih, berintegritas, dan inklusif di Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan, Rais Kahar, mengatakan keterlibatan civitas akademika menjadi langkah strategis dalam mendorong upaya pencegahan pelanggaran pada penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak. Pendekatan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi demokrasi secara sistematis.

“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, melainkan komitmen bersama untuk membangun demokrasi yang lebih sadar, kritis, dan partisipatif di Halmahera Selatan. Kampus menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan berdemokrasi sejak dini,” ujar Rais.

Menurutnya, pengawasan Pemilu harus menjadi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan semata tanggung jawab lembaga pengawas. Konsep pengawasan kini didorong menjadi gerakan bersama yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.

“Melalui kerja sama dengan civitas akademika, kami berharap dapat mencetak generasi pengawas demokrasi yang independen, berpengetahuan luas, dan berani berdiri tegak untuk kebenaran,” tegasnya.

Lima Ruang Lingkup Kerja Sama

Kerja sama Bawaslu Halsel dan UNSAN Bacan mencakup lima poin utama:

Pendidikan dan Pengembangan SDM

Penyelenggaraan kelas demokrasi, kuliah umum, serta integrasi kurikulum pengawasan Pemilu ke dalam mata kuliah relevan.

Penelitian dan Kajian Strategis

Riset bersama terkait indeks kerawanan Pemilu, evaluasi kebijakan, serta pola perilaku pemilih di Maluku Utara.

Pengabdian kepada Masyarakat

Sosialisasi pencegahan politik uang, hoaks, dan politisasi SARA melalui program KKN Tematik Pengawasan.

Program Magang (MBKM)

Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui pemagangan mahasiswa di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan.

Pusat Studi Demokrasi

Pembentukan dan penguatan pusat kajian atau Election Corner di lingkungan kampus.

Rais menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui pendekatan akademik yang mendalam dan berbasis riset.

“Melalui akademisi, kita bisa mendekati masyarakat dengan pendekatan yang lebih saintifik, sehingga kesadaran akan pentingnya pemilu yang bersih dan bermartabat semakin merata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi daerah. Melalui program magang dan pusat studi demokrasi, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan kuat tentang tata kelola politik serta tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan kontestasi politik di daerah kita berjalan dengan baik dan bebas dari pelanggaran,” pungkas Rais Kahar. (RI/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini