Halsel, Narasika.id – Malam itu, langit Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, tampak lebih hidup dari biasanya. Cahaya lampu panggung berpadu dengan kerlip bintang, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun syahdu, menembus ruang dan hati setiap yang hadir. Di tengah suasana religius yang khidmat sekaligus semarak itulah, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kabupaten Halmahera Selatan.
Selasa (28/04/2026) menjadi momentum penting bagi masyarakat Halmahera Selatan. Ribuan warga memadati lokasi utama pelaksanaan MTQ, menyatu dalam satu semangat: memuliakan Al-Qur’an. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para kafilah dari seluruh kecamatan yang datang membawa harapan dan kebanggaan daerah masing-masing.
Sejak awal acara, nuansa kebersamaan terasa begitu kental. Wajah-wajah penuh antusias tampak di antara kerumunan masyarakat yang rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan pembukaan ajang keagamaan bergengsi tersebut. Bagi mereka, MTQ bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual yang mempertemukan nilai-nilai keimanan, budaya, dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat karakter generasi Qur’ani di Halmahera Selatan.
“MTQ ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, ini adalah upaya kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya fasih melantunkan ayat, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dijadikan pedoman hidup dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan beradab.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pelaksanaan MTQ. Ia mengingatkan para peserta bahwa kemenangan sejati bukan semata-mata pada hasil akhir, tetapi pada proses, keikhlasan, dan niat dalam beribadah.
“Jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah di antara kita semua,” tambahnya.
Puncak seremoni pembukaan berlangsung penuh semangat. Dengan penuh khidmat, Bupati menekan tombol sirine sebagai tanda resmi dibukanya MTQ XXXI. Sesaat kemudian, langit Kayoa Utara dihiasi oleh letusan kembang api yang memancar indah, seolah menjadi simbol semangat baru yang menyala di tengah masyarakat. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema, menandai dimulainya perhelatan akbar tersebut.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, MTQ juga menjadi wadah pembinaan mental dan spiritual generasi muda. Berbagai cabang lomba yang dipertandingkan diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang kelak dapat mengharumkan nama Halmahera Selatan di tingkat yang lebih tinggi.
Pelaksanaan MTQ XXXI ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga syiar Islam dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Di balik kemeriahan acara, tersimpan harapan besar: agar Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi benar-benar hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Halmahera Selatan. Dari Kayoa Utara, semangat Qur’ani itu kini menggema, menyatukan langkah, menguatkan iman, dan meneguhkan jati diri sebagai masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.