Halsel, Narasika.ld - Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung semarak dengan balutan nuansa religius dan budaya yang kental. Sejak awal acara, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, memenuhi area kegiatan untuk menyaksikan langsung pembukaan yang dikemas meriah dan sarat makna.
Panitia lokal menghadirkan beragam tarian tradisional sebagai bagian dari rangkaian pembukaan. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah kepada para tamu undangan, kafilah, serta masyarakat luas.
Sejumlah tarian khas ditampilkan dengan penuh penghayatan, di antaranya Tari Cakalele yang menggambarkan semangat kepahlawanan dan keberanian, Tari Soya-Soya sebagai simbol penghormatan dan penyambutan, serta Tari Lenso yang menghadirkan suasana ceria dan penuh keakraban. Tak ketinggalan, Tari Tide-Tide dan Tari Dana-Dana turut dipersembahkan, mencerminkan nilai kebersamaan, keharmonisan, dan kekompakan masyarakat Halmahera Selatan.
Setiap gerakan yang ditampilkan para penari berpadu harmonis dengan iringan musik tradisional yang khas, menciptakan suasana yang hidup dan memikat perhatian penonton. Balutan busana adat yang berwarna-warni semakin memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam pertunjukan tersebut.
Ketua panitia lokal, Bakar Zen, menegaskan bahwa kehadiran tarian tradisional dalam pembukaan MTQ merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“MTQ bukan hanya ajang religi, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menampilkan identitas budaya lokal kepada generasi muda dan para tamu yang hadir,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui penampilan seni budaya ini, generasi muda dapat semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan leluhur agar tetap lestari.
Penampilan para penari yang didominasi generasi muda pun mendapat apresiasi hangat dari para tamu undangan dan masyarakat. Sorak tepuk tangan yang menggema menjadi bukti bahwa pertunjukan tersebut mampu menghadirkan kebanggaan sekaligus hiburan yang berkualitas.
Dengan perpaduan nilai religius dan budaya yang harmonis, pembukaan MTQ XXXI Halmahera Selatan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi ruang ekspresi budaya yang memperkuat jati diri daerah. Momentum ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi lokal di tengah masyarakat