Lima Anak di Kayoa Dikejar Oknum ASN Bersajam, Nyaris Jadi Korban

Editor: Narasika.id author photo


Halsel, Narasika.id – Peristiwa yang mengkhawatirkan terjadi di Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa, ketika lima anak di bawah umur dilaporkan dikejar oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial S dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan anak-anak serta keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media pada Kamis malam (02/04/2026), kejadian bermula saat kelima anak tersebut sedang memperbaiki sepeda motor di depan rumah, tepatnya di kawasan perumahan Puskesmas lama, Lingkungan Kampung Baru Barat, Desa Guruapin, sekitar pukul 20.30 WIT.

Secara tiba-tiba, oknum ASN berinisial S datang sambil membawa parang dan langsung melakukan pengejaran terhadap para anak tersebut. Aksi tersebut membuat mereka panik dan berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

Dalam insiden itu, tiga dari lima anak tersebut hampir menjadi korban setelah pelaku sempat mengayunkan parang ke arah mereka. Namun beruntung, tebasan tersebut meleset sehingga para anak berhasil menghindar dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Salah satu anak yang berada di lokasi, Al Varidzy M. Tamrin, saat diwawancarai awak media di lingkungan Polsek Kayoa membenarkan kejadian tersebut.

“Saya hampir saja jadi korban saat oknum itu menebas dengan parang, tapi tebasannya salah. Saya langsung lari untuk menyelamatkan diri,” ujarnya dengan nada ketakutan.

Seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan mengamankan anak-anak ke tempat yang lebih aman. Aksi pengejaran itu akhirnya berhenti setelah pelaku meninggalkan lokasi.

Meski tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut, peristiwa ini menimbulkan trauma bagi para anak serta kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua.

Masyarakat pun mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Tindakan tersebut dinilai mencederai rasa aman masyarakat dan tidak mencerminkan sikap seorang aparatur negara.

Selain itu, masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Share:
Komentar

Berita Terkini